Nuansa
tulisan ini adalah karya-karya seni yang lahir jiwa yang selalu membuncah dalam perang diri menuju kemenangan hakiki:
Mayat-mayat Cinta: Tujuan akhirku demikian indah dan mempesona… mengapa aku harus singgah pada gemerlap redup dalam rona wajah-wajah yang mengaku hidup tapi tak tersentuh Sang Pencinta
Ruang Kosong: (….), zaman selalu bergerak. Foton dan electron terus berthawaf… berlari, mati, dan diganti yang lain. Namun setiap kematian foton dan electron selalu meyisakan ruang kecerdasan yang terwariskan pada molekul berikutnya…itu Kuasa dari Segala Kecerdasan…mungkin bukan waktu untuk kita lagi..tapi kematian kecerdasan kita akan terwariskan pada ruang kosong yang akan lahir)
Perempuan; Persepsi, Sukjeksi, Injeksi: (Jangan dikira kalau perempuan sudah boleh bersekolah sudah ada kebebasan. Belum. Jangan dikira kalau perempuan sudah bebas memilih jodoh, berarti sudah merdeka. Tidak! Jangan dikira karena kamu pakai celana panjang, sudah ada kesetaraan. Belum! Pakaian kamu beli mahal-mahal, tapi perut kamu umbar sampai udel kamu ke mana-mana berkeliaran. Itu pemborosan. Sekali bergaya satu minggu masuk angin…)
hemmm….