MAYAT – MAYAT CINTA
Capture I
Mayat masuk……… (penayangan slide ayat-ayat cinta versi 1)
Capture II
Mayat 1… wajahnya bersinar laksana bintang… gambaran mayat-mayat cinta dalam tingkat iman…
Mayat 2… wajahnya bersinar laksana rembulan.. gambaran mayat-mayat cinta dalam tingkat Islam…
Mayat 3… wajahnya bersinar laksana matahari.. gambaran mayat-mayat cinta dalam
tingkat Ihsan…
Mayat 4… wajahnya gelap tidak ada gambaran cahaya sama sekali (masih berpakaian seperti kiai)…. gambaran mayat-mayat yang tidak dicinta…
Dialog ‘malaikat’ dengan mayat 1
Mayat 1 : dimanakah aku ini…. Ooo aku hidup..ya aku telah hidup…Ooooooooo aku telah sadar setelah sekejap bermimpi…
Malaikat : (terpesona dengan cahaya mayat)
Siapa kau sebenarnya? mengapa wajahmu bercahaya seperti bintang kejora di ambang subuh….? Apa yang kau bawa….
Mayat 1 : ampu tuan… (iyo..) aku tidak membawa apa-apa?(tidak perlu apa-apa) aku bukan siapa-siapa..aku hanya ingat bahwa aku telah mengalami sekejap mimpi…
Dalam mimpi itu aku hanya mengimani bahwa Allah itu Tuhanku yang memiliki aku… dan Muhammad adalah Rosulku yang menyampaikan risalah kepadaku…. (iyo bagus..)
KitabNya yang membimbingku ke jalan yang benar untuk MenemuiNya
Aku mengamini bahwa setelah mimpi itu ada kehidupan sebenarnya..
Aku berjalan sesuai kehendak dan takdirNya….
Malaikat : hanya itu…. (sambil bergerak mau memukul mayat)
Mayat 1 : dalam mimpi itu, aku hanya melaksanakan yang biasa-biasa saja…
Aku hanya melangkah ke masjid saat adzan kudengar untuk solat berjamaah…
Aku hanya berpuasa untuk melatih nafsuku & berzakat fitrah
Aku hanya menjawab salam dengan ihlas
Malaikat : membimbing Mayat dan berkata
Tidur dan nikmat dalam cinta………..
Capture III
Malaikat : (terpesona dengan cahaya mayat)
Lha kowe sopo? mengapa wajahmu bercahaya seperti bulan purnama….? Apa yang kau bawa….
Mayat 2 : aku tidak bawa.. apa…selain Iman dan Islam…
Malaikat : opo kuwi…………….. barang opo iku…
Mayat 2 : koyok mau tuan… (opo… jelasno..sambil mau menembak)
aku percaya dan menerima dengan keihlasan hati bahwa Allah Penguasaku…pemilikku….,
aku merindukan Muhammad senantiasa menjadi cerminku dalam bersikap dan bertindak…
aku tak butuh pedoman lain selain Qur’anNya
aku merindukan hari akhirNya
aku ikhlas pada takdirNya (teruss)
aku solat,puasa, zakat, haji karena aku membutuhkan ridhanya bukan karena kewajiban (ho’o)
aku nafkahkan sebagian hartaku di jalanNya
aku Hambakan diriku setiap saat setiap waktu
aku amalkan pengetahuanku di jalan keridhaanNya
Aku selalu minta maaf bila aku salah dan memaafkan
Aku tidak pernah menggunjing, gossip, dan selalu menghindarkan dari memfitnah orang lain….
Capture IV
Malaikat : (terpesona dengan cahaya mayat 3)
Siapa kau sebenarnya? mengapa wajahmu bercahaya seperti matahari….? Apa yang kau bawa..
Mayat 3 : aku tidak punya apa-apa? (mengapa kau datang kemari) aku mayat yang hanya punya cinta…..
Perjalanan ini sudah demikian berat…mengapa aku harus membawamu (mainan mobil) sedang langkah tarian kekebasan ruhku akan melesat secepat kilat bila aku menafikanmu…. (membuangnya)
Dalam Jiwa telah terbangun kastil megah istanaMU….mengapa aku harus sibuk membangun istana di mana Engkau tak sudi Singgah di sana…?
Tujuan akhirku demikian indah dan mempesona… mengapa aku harus singgah pada gemerlap redup dalam rona wajah-wajah yang mengaku hidup tapi tak tersentuh Sang Pencinta (menuding wanita-wanita)
aku solat karena cinta
aku puasa karena cinta
aku zakat karena cinta
aku haji dan segala apa yang keperbuat karena cinta…
mushaf Qur’an adalah lagu penuntunku…
dalam mimpi kemarin , aku hanya sekuat tenaga menghapus bayangan kemanusiaan agar dapat melihat hakikat Wujud … …aku berusaha melenyapkan akal sehat untuk menggapai kegilaan… aku mengikis hidup untuk memayat..memayat…memayat…
oh.oo aku hanya diselimuti kerinduan akan kenikmatan merasakan ketiadaanku dan merasakan Adamu? Oooo kerinduan yang menyehatkan pada kekosongan pikir dan menghunjamkanMu, oooo adakah kenikmatan selain pintu kematian untuk mengantarkan pada Altar pertemuan..
lenyap menjadi tujuanku…aku rindu memayat… bangkit, berjalan, dan berbuat dengan ruh untuk mencinta San Pencinta…
aku tak butuh pakaian yang sekedar menutupi kekacauan berpikir…karena mayat hanya butuh ketulusan cinta untuk menghadap Sang Kekasih …
aku tak perlu pengakuan identitas keahlian, symbol kekuasaan, dan segala bentuk yang diatur oleh mayat-mayat yang putus cinta…karena Sang Kekasih hanya menerima kedatangan hati yang bening…
aku tak butuh teori untuk membangun kesia-siaan…karena kami, mayat-mayat ini adalah Maha teori kebesaran penciptaan Sang Kekasih.
Aku tak butuh benda-benda semesta itu, karena semesta itu juga berada dalam pelukan Sang Pencinta…kami hanya butuh Pelukan..
inikah…altar pertemuanku….. ? inikah…altar pertemuanku….. ?
biarkan semesta menindihku asalkan cahaya Rindumu merasukiku….
Biarkan ruang sempit ini menjepitku…asalkan ruh cintaku Kau terima dalam PelukanMu
Engkaulah kekasihku….Engkau Pujaanku..Dambaku…
Ahmad Nabimu yang memperkenalkanku padaMu…
KitabMu yang membimbingku ke jalan yang benar untuk MenemuiMu
Rumahmu.. tempat dan arah pertemuanku dan penyatuanku denganMu
Dengan Saudara-saudaraku…kami saling menjaga erat kerinduanku PadaMu…
Malaikat : membimbing Mayat dan berkata
Yaaayyatuhan nafsulmuthmainnah…fadhullii fii ‘ibadii wadhulii jannatii…
(wahai orang yang berjiwa tenang…masuklah dalam golongan hambaku..masuklah surgaku…)
Tidurlah dalam cintadan kecintaan
nikmati dan milikilah kerajaan cinta………..
Capture V
(sementara malaikat berdialog dengan 3 mayat lainnya… mayat 4 sibuk dengan sibuk pergi haji berkali…identitas: peci haji yang di beri nomor 1,2,, sibuk mengumpulkan tasbih dari yang kecil sampai terbesar, sibuk dengan sorban, sibuk dengan jenggot, melabeli kafir (dengan kertas tulisan) ke orang-orang sekitar yang berseberangan
bikin temuan baru, bom, senjata, sibuk mengumpulkan harta benda, mengambil barang-barang pemain musik/orang di sekitarnya; jam tangan, dompet,berusaha mengangkat dan mengambil sound system…karena tidak kuat melabeli benda-benda itu dengan “millik Raden Sugih Waras, mengumpulkan mobil-mobilan, rumah-rumahan, wanita-wanita cantik nakal)
Malaikat : lha kuwe sopo kok…wajahmu gosong begitu…kok kamu sibuk kareppe dewe….?
Mayat 4 : oooo aku…aku…sejak dulu, sejak dalam mimpi dihormati, mengapa aku seperti ini….? Aku punya gelar haji banyak…bawa harta banyak…bawa cinta banyak (wanita-wanita) (gunane opo ?..)
Lha…biar orang ngormati aku…
(nang kene ga ono wong ngormat awakmu… membedill door..door)
Ampunnnn… aku bawa harta banyak…ambillah…
(nang kene ga ono gunane hartamu, akherat gak kenek di sogokkk… membedill door..door)
Ampunnnnn…aku punya banyak cinta…(menyerat perempuan cantik)
(iku duduk cinta tapi nafsu……
Ampunnnnnnnnnnn ya aku ngaku….
Aku rajin solat tapi dengan riak (membedill door..door)
Aku selalu puasa tapi tanpa rasa (membedill door..door)
Aku mengaji tapi asal bunyi dan tanpa dikaji (membedill door..door)
Aku aku haji agar dipangggil kaji…(membedill door..door)
Aku tahu banyak hal tapi tak mengamalkan
Aku memberi agar dipuji (membedill door..door)
Aku tak pernah membersihkan hartaku dengan zakat mall (membedill door..door)
ampunnnnnnn. Ampunnnnnnnn. Iaya aku tahu, tapi aku tapi aku tak mampu melaksanakan..
Kembalikan aku kedunia …..aku kan berbuat baik seperti saudara-saudaraku yang tadi ….(sambil melirik gadis cantik yang lewat).. (wes telat membedill door..door)
Aku akan solat dengan ihlas
Aku akan menafkahkan semua hartaku, aku akan bertobat (sambil mengambil benda yang ada didepannya) (wes kaseppp membedill door..door)
malaikat : sambil terus mennyiksa…hey rungokno…….. untuk dapat berthawaf dengan semesta… perlukah kowe menyambangi rumahNya berkali-kali…? Atau mungkin kesekian kali itu akan tambah menebalkan rasa sombongmu pada status.… sedangkan kaum Fakir dan miskin tak pernah menjadi pengasah tajam pedulimu agar kamu dapat bersimpuh di PangkuanNya….(membuang peci haji)
Ooooh…untuk mengejaNya perlukah selaksa hitung…,atau mungkin ini jebakan untuk mengakukan keakuanmu dan mengeringkan kerinduanmu PadaNya…Kowe bedebah…laknatullah (sambil melempar butiran tasbih…)
Oooooh.. untuk dapat menemuiNya…perlukah selaksa pakaian dan identitas ini..agar engkau membukakan pintuNya…atau mungkin inilah hijabmu untuk melihat WajahNya…..(membuang surban)
Untuk menggapai selaksa CintaNya… perlukah kau membelaNya dengan cara menghakimi pandangan orang lain yang berbeda denganmu… atau Dia sejatinya tak perlu pembelaan atas NamaNya..karena segala Sifat adalah milikNya….
(Fainna lahuu ma’iisyatann dlangkau manahsyuruhu yaumal qiyamati akmaa… maka sesunggunyna baginya kehidupan kubur yang sempit, dan kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta.. Qs Thaha: 124)