Demikian juga, mitos yang diyakini segelintir orang, bahwa tidak boleh makan (nasi, kue, dan lain sebagainya) yang berasal dari keluarga orang yang meninggal dalam acara yang berhubungan dengan ritual kematian (tahlil, 40 hari, sampai 1000 hari). Mereka berkeyakinan bahwa harta (makanan) tersebut merupakan hak keluarga yang ditinggalkan yang tidak boleh diganggu. Orang tersebut yakin kalau makanan sajian ritual yang berhubungan dengan kematian tersebut, penyakit yang pernah dideritanya akan kambuh. Read More
Ruh digambarkan pelagu Samman akan mengunjungi kubur untuk melihat kondisi tubuhnya pada hari ketiga. Pemahaman tentang kedatangan ruh ini menimbulkan kepercayaan masyarakat Sumenep bahwa pada acara tahlilan malam ketiga dan ketujuh pihak keluarga harus memberi sajian makan pada peserta tahlil. Read More
Awalnya “Samman” tidak mengenal musik, tradisi “Samman” hanya mengenal tari, tepuk tangan, dan zikir. Zikir adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada sang khalik. Namun karena pengaruh tradisi lain seperti gambus, sekitar tahun 1970-an tradisi “Samman” akhirnya juga mengadopsi musik. Sampai sekarang alat musik yang digunakan dalam “Samman” sangat sederhana, berupa gendang, jidor, simbal, dan kentungan kecil dari akar bambu. Read more
Tarekat Tijaniyah didirikan oleh Abul Abbas Ahmad bin Muhammad bin al-Mukhtar at-Tijani (1737-1815), salah seorang tokoh dari gerakan “Neosufisme”. untuk melantunkan awrad selama hidup Anda, sebab awrad itu mengandung misteri-misteri Sang Ciri dari gerakan ini ialah karena penolakannya terhadap sisi eksatik dan metafisis sufisme dan lebih menyukai pengalaman secara ketat ketentuan-ketentuan syari’at dan berupaya sekuat tenaga untuk menyatu dengan ruh Nabi Muhammad SAW sebagai ganti untuk menyatu dengan Tuhan. Read more
Kajian dalam penelitian ini tidak diarahkan pada pemerian kesamaan perwujudan artefak budaya antara situs Islam dengan situs Hindu. Pembahasan dalam tulisan ini lebih difokuskan pada upaya mencari jawaban mengapa terjadi asimilasi budaya antara Islam dan Hindu? read more
Penelitian Tradisi “Samman” belum banyak dilakukan baik oleh peneliti asing maupun Indonesia. Penelitian ini sangat berguna untuk memperkaya dan mengembangkan kebudayaan nasional. Penelitian ini memfokuskan pada kajian struktur, nilai budaya, Pengaruh tradisi, dan fungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam struktur, nilai budaya, pengaruh tradisi, dan fungsi Tradisi “Samman”. read more
Syi’ir Madura merupakan salah satu bentuk tradisi lisan di Madura. Selain Syi’ir Madura, juga terdapat tradisi lisan Madura yang lain seperti wayang wong, ludruk, dan macapat. Syi’ir Madura disebut tradisi lisan karena Syi’ir Madura merupakan wujud kesenian rakyat yang menampilkan cerita yang dinyanyikan. Terdapatnya cerita yang dinyanyikan, menjadikan Syi’ir Madura dapat dikategorikan sebagai sastra lisan. Tradisi lisan adalah berbagai pengetahuan dan adat kebiasaan yang secara turun temurun disampaikan secara lisan dan mencakup hal-hal berikut:
Suatu tradisi lisan dapat dianggap sebagai sastra lisan, apabila tradisi lisan tersebut tersebut mengandung asonansi, aliterasi, perlambang, dan lain-lain, yang oleh masyarakat setempat dianggap sebagai suatu keindahan (Hutomo, 1991:95). Asonansi, aliterasi, dan perlambang dapat berbentuk cerita atau lagu yang terdapat dalam tradisi lisan. Dalam Syi’ir Madura asonansi dan aliterasi berbentuk lagu berbahasa Madura dan juga berbahasa Arab. read more
Lagu Daerah Dimensi filosofis Kearifan Lokal Masyarakat Sumenep
Posted: 9 Juli 2010 in UncategorizedMasyarakat Madura dikenal strereotipe sebagai masyarakat yang negatif oleh hampir orang kebanyakan. Orang Madura dikesankan memiliki skill yang terbatas, pengetahuan yang sempit, kotor, kasar, carok, preman, pemalas hingga apatis terhadap lingkungan. Penilaian tersebut hampir menjadi persepsi semua masyarakat di luar Madura. read more
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!